Polres Sanggau - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya
Sosok–Sanggau, tepatnya di depan Toko Bangunan Wahana, Dusun Sosok II, Desa
Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul
10.57 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan satu truk tangki dan dua sepeda motor.
Kecelakaan itu melibatkan truk tangki Mitsubishi Pertamina Patra Niaga
bernomor polisi KB 8752 JB yang dikemudikan RP (36), dengan sepeda motor Yamaha
WR warna hitam bernomor polisi KB 5578 DA yang dikendarai SG (46) dan
membonceng PR (63), serta sepeda motor Honda Revo warna hitam bernomor polisi S
2367 FI yang dikendarai AS (51).
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, truk tangki saat itu melaju dari
arah Sanggau menuju Sosok. Ketika tiba di lokasi kejadian, sepeda motor Yamaha
WR yang dikendarai SG dengan membonceng PR datang dari arah belakang dan
berupaya mendahului truk tersebut.
Saat melakukan manuver untuk mendahului, sepeda motor Yamaha WR
mengambil jalur kanan. Pada waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda
motor Honda Revo yang dikendarai AS.
Jarak yang sudah terlalu dekat membuat kedua sepeda motor tidak dapat
menghindari benturan. Tabrakan kemudian terjadi dan ketiga kendaraan terlibat
dalam kecelakaan di badan jalan. SG kemudian mengalami kecelakaan fatal setelah
terjatuh di jalur kendaraan truk tangki.
Akibat kejadian tersebut, SG, warga Dusun Kedondong, Desa Pandan
Sembuat, Kecamatan Tayan Hulu, meninggal dunia di lokasi. Sementara PR yang
juga warga Dusun Kedondong mengalami sejumlah luka dan mendapat penanganan
medis sebelum dirujuk ke RS Antonius Pontianak.
PR mengalami luka robek pada bagian pelipis mata kanan yang mendapat
enam jahitan, serta luka lecet pada pipi kanan, bagian depan kepala, punggung
tangan kanan, lutut kanan dan kaki kiri. Kondisinya kemudian memerlukan
penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Sementara AS, warga Dusun Perayan Dangku, Desa Sosok, mengalami luka
lecet pada bagian lutut dan kedua kaki. Korban mendapat penanganan medis
setelah kejadian, sementara petugas kepolisian melakukan pendataan terhadap
seluruh pihak yang terlibat.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi mengatakan kecelakaan tersebut
menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar tidak mengambil risiko saat
melakukan manuver, khususnya ketika hendak mendahului kendaraan berukuran
besar.
“Pengendara harus memastikan kondisi jalan, jarak aman dan situasi dari
arah berlawanan sebelum melakukan manuver. Jangan memaksakan diri untuk
mendahului apabila ruang dan jarak tidak memungkinkan karena risikonya dapat
membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kapolsek.
Menurutnya, kehati-hatian semakin diperlukan ketika kendaraan yang
hendak didahului berukuran besar seperti truk tangki karena terdapat
keterbatasan jarak pandang dan ruang gerak. Pengendara juga diminta mematuhi
aturan lalu lintas serta menjaga kecepatan agar memiliki waktu yang cukup untuk
mengantisipasi kondisi tak terduga.
Dari kecelakaan tersebut, sepeda motor Yamaha WR mengalami kerusakan
pada bagian shock depan serta sejumlah lecet pada bodi. Sedangkan sepeda motor
Honda Revo mengalami kerusakan berat pada bagian depan kendaraan.
Setelah menerima informasi kecelakaan, personel kepolisian mendatangi
tempat kejadian perkara, melakukan penanganan terhadap korban, mencatat
identitas pihak-pihak yang terlibat serta mengamankan barang bukti kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan penyelidikan
lebih lanjut.
Iptu Trisna Mauludi juga mengimbau masyarakat agar menjadikan kecelakaan
tersebut sebagai pelajaran bersama untuk lebih disiplin dan mengutamakan
keselamatan saat berkendara.
“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, bukan kecepatan untuk
sampai ke tujuan. Kami mengajak seluruh masyarakat Tayan Hulu dan pengguna
Jalan Raya Sosok–Sanggau untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman dan
tidak melakukan manuver yang berisiko,” katanya.
Kepolisian mengingatkan
bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan
meningkatkan kewaspadaan, mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari manuver
berbahaya, risiko kecelakaan di jalur transportasi antarkecamatan di wilayah
Kabupaten Sanggau diharapkan dapat ditekan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



