Polres Sanggau - Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan
(Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Sanggau bersama unsur terkait.
Personel Polsek Tayan Hilir bersama BKO Korbrimob Polri melaksanakan
pendinginan lokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Sungai Putat, Desa
Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Jumat (4/9/2026) sore.
Kegiatan pendinginan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung
hingga selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sisa bara maupun
titik panas di area yang sebelumnya terbakar benar-benar terkendali sehingga
tidak kembali memicu munculnya api dan meluas ke bagian lahan lainnya.
Penanganan dipimpin Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H.,
M.H., dengan melibatkan 42 personel gabungan. Mereka terdiri dari personel
Polsek Tayan Hilir, BKO Korbrimob Polri, Koramil 1204-07/Tayan Hilir, KPH
Sanggau Barat, Manggala Agni Sanggau, serta masyarakat yang turut membantu
proses penanganan di lapangan.
Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, tim gabungan
mengerahkan tiga kendaraan operasional yang dilengkapi peralatan pemadam
kebakaran. Kendaraan tersebut masing-masing berasal dari Polsek Tayan Hilir,
KPH Sanggau Barat dan Manggala Agni Sanggau.
Kapolsek Tayan Hilir mengatakan proses pendinginan menjadi tahapan
penting setelah api berhasil dikendalikan. Menurutnya, petugas harus memastikan
kondisi lahan benar-benar aman karena bara yang masih tersisa dapat kembali
menyala, terutama ketika kondisi lingkungan kering.
“Pendinginan kami lakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau
titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan. Personel bersama seluruh unsur
yang terlibat terus menyisir dan menangani bagian-bagian lahan yang masih
berpotensi menyimpan panas,” ujar Iptu Kusdarwanto.
Ia menambahkan, sinergi antarpersonel dan dukungan masyarakat sangat
membantu proses penanganan Karhutla di lokasi. Dengan kekuatan gabungan
tersebut, petugas dapat bekerja secara lebih efektif dalam menjangkau area yang
terdampak dan memastikan proses pendinginan berjalan menyeluruh.
“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi Polri,
TNI, Korbrimob, KPH, Manggala Agni dan masyarakat menjadi kekuatan utama di
lapangan. Kami mengapresiasi warga yang ikut membantu karena kepedulian seperti
ini sangat penting dalam mencegah api kembali membesar,” katanya.
Berdasarkan hasil penanganan di lokasi, penyebab kebakaran hutan dan
lahan tersebut hingga saat ini belum diketahui. Adapun lahan yang terbakar
merupakan kawasan hutan dengan kondisi tanah mineral, sehingga petugas tetap
melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali
muncul.
Seluruh rangkaian kegiatan
pendinginan berlangsung dengan baik dan lancar. Polsek Tayan Hilir bersama
unsur gabungan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan
terhadap potensi kebakaran selama kondisi cuaca kering serta segera melaporkan
apabila menemukan titik api untuk dilakukan penanganan sedini mungkin. (Dny
Ard / Humas Res Sgu)



