Polres Sanggau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di
Dusun Berungkat, Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026) malam. Peristiwa tersebut diketahui sekitar
pukul 20.30 WIB dan langsung mendapat penanganan dari tim gabungan untuk
mencegah api meluas ke area lainnya.
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., memimpin langsung
proses pemadaman di lokasi. Personel Polsek Sekayam bersama personel BKO Pas
Brimob II Korps Brimob Polri, Koramil Sekayam, Manggala Agni Sekayam, Damkar
Kecamatan Sekayam, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan
penanganan kebakaran.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan dan hutan yang
terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 0,7 hektare. Lokasi
kebakaran berada di wilayah Dusun Berungkat, Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam,
Kabupaten Sanggau, dengan kondisi vegetasi yang relatif kering sehingga api
berpotensi cepat menjalar apabila tidak segera dikendalikan.
Untuk mempercepat proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah
kendaraan dan peralatan pemadam. Sarana yang digunakan antara lain satu unit
kendaraan R4 Polsek Sekayam dan satu unit kendaraan R6 Damkar Kecamatan Sekayam
yang dilengkapi perlengkapan pemadam kebakaran.
Selain kendaraan pemadam, petugas juga menggunakan dua unit mesin Robin
milik Polsek Sekayam, satu unit mesin Robin Manggala Agni, satu unit mesin
Robin Damkar Kecamatan Sekayam, serta empat unit alat semprot atau sprayer solo
milik masyarakat. Penggunaan berbagai peralatan tersebut disesuaikan dengan
kondisi medan dan titik api yang harus dijangkau petugas.
Kapolsek Sekayam mengungkapkan, penanganan dilakukan secara bersama-sama
dengan mengutamakan percepatan pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke
lahan di sekitarnya. Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur menjadi penting
mengingat kondisi lahan yang kering dan adanya potensi angin mempercepat
penyebaran api.
“Kami bersama personel gabungan langsung melakukan pemadaman setelah
menerima informasi adanya kebakaran di Dusun Berungkat. Penanganan dilakukan
secara terpadu agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah
lainnya,” ujar AKP Sutikno.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi di
sekitar lokasi. Koordinasi dilakukan dengan pemilik lahan, masyarakat setempat,
serta instansi terkait untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif
sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi awal sebelum kebakaran terjadi.
Hingga penanganan dilakukan, penyebab munculnya api belum dapat
dipastikan. Berdasarkan keterangan sementara dari pemilik lahan dan masyarakat
di sekitar lokasi, tidak diperoleh informasi yang dapat memastikan sumber awal
kebakaran. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan
untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Kapolsek Sekayam menegaskan, pihaknya tidak hanya berfokus pada
pemadaman, tetapi juga melakukan langkah penyelidikan.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Keterangan dari pemilik lahan dan warga sekitar akan kami kumpulkan, termasuk
kondisi sebelum api muncul, sehingga penyebabnya dapat diketahui secara jelas
berdasarkan fakta di lapangan,” katanya.
Petugas juga mewaspadai kemungkinan munculnya kembali titik api. Kondisi
cuaca kemarau, vegetasi yang kering, tiupan angin yang cukup kencang, serta
keterbatasan sumber air di sekitar lokasi menjadi faktor yang dapat menyulitkan
proses pemadaman maupun pendinginan. Karena itu, pengecekan berkala dinilai
penting setelah api berhasil dikendalikan.
Polsek Sekayam bersama seluruh unsur terkait mengimbau masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama selama kondisi
cuaca kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik
api dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat
untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika melihat adanya api atau asap,
segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi
kebakaran yang lebih luas,” tutup AKP Sutikno. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



