Polres Sanggau - Pemerintah Kecamatan Jangkang bersama unsur
TNI-Polri, tenaga kesehatan dan instansi terkait memperkuat langkah penanganan
dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan tersebut dibahas dalam
rapat koordinasi yang digelar di Ruang Kepala UPT Puskesmas Balai Sebut, Dusun
Perintis, Desa Balai Sebut, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Jumat
(11/9/2026) pagi.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu membahas kondisi dan
dampak karhutla yang terjadi di wilayah Kecamatan Jangkang sekaligus menyusun
langkah penanganan yang dapat dilakukan secara terpadu.
Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap
mendapatkan perlindungan, terutama terhadap risiko kesehatan akibat paparan
asap.
Kegiatan dihadiri Camat Jangkang Yuliana Ernawati, S.Kom., Kapolsek
Jangkang Iptu Sukarjo, Danramil Jangkang Serma Sri Mulyono, perwakilan
Pemerintah Desa Balai Sebut, Korwil Dikbud Kecamatan Jangkang Nursalim, Kepala
Puskesmas Jangkang dr. F.X. Alexander Hastin beserta staf, Kasubag Kepegawaian
Kecamatan Jangkang Mathius, S.I.P., serta Kepala BPP Kecamatan Jangkang Sri
Selamet.
Salah satu hasil penting dalam rapat tersebut yakni penetapan Puskesmas
Jangkang sebagai posko kesehatan karhutla Kecamatan Jangkang. Posko ini
diharapkan menjadi pusat pelayanan dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat
apabila terjadi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dampak karhutla dan
kualitas udara.
Kapolsek Jangkang Iptu Sukarjo mengatakan, penanganan karhutla harus
dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya berfokus pada pemadaman api.
Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting,
terutama dengan memastikan akses pelayanan kesehatan serta kebutuhan dasar
warga tetap tersedia.
“Karhutla bukan hanya persoalan api, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, kami bersama pemerintah kecamatan, TNI, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait perlu bergerak dalam satu langkah, mulai dari pencegahan, penanganan hingga memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain penetapan posko kesehatan, rapat juga membahas rencana pendistribusian air bersih dan masker kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut disiapkan sebagai langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mengurangi risiko paparan asap, khususnya apabila kondisi karhutla dan kualitas udara di wilayah Kecamatan Jangkang kembali memburuk.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Kecamatan Jangkang.
Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, perangkat desa dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat respons terhadap dampak karhutla sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
“Karhutla bukan hanya persoalan api, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, kami bersama pemerintah kecamatan, TNI, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait perlu bergerak dalam satu langkah, mulai dari pencegahan, penanganan hingga memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain penetapan posko kesehatan, rapat juga membahas rencana pendistribusian air bersih dan masker kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut disiapkan sebagai langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mengurangi risiko paparan asap, khususnya apabila kondisi karhutla dan kualitas udara di wilayah Kecamatan Jangkang kembali memburuk.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Kecamatan Jangkang.
Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, perangkat desa dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat respons terhadap dampak karhutla sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



