Polres Sanggau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terpantau di wilayah
Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). Titik
api ditemukan di kawasan Dusun Mangkup, Desa Teraju, yang kemudian langsung
ditindaklanjuti dengan upaya pemadaman dan pendinginan oleh tim gabungan.
Penanganan
berlangsung mulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga 19.30 WIB. Pemadaman dipimpin
Kapolsek Toba Iptu Arnold R. Montolalu, S.H., M.H., bersama personel Polsek
Toba, Lembaga Teraju Indonesia (LTI), tim pemadam dari PT Antam dan PT ICA,
serta masyarakat setempat.
Lahan yang
terbakar diketahui merupakan perkebunan sawit milik masyarakat dengan luas
sekitar 0,5 hektare. Kondisi lahan yang memiliki jenis tanah gambut membuat
proses penanganan membutuhkan perhatian lebih karena api berpotensi merambat
dan menyala kembali apabila bara di dalam tanah belum benar-benar padam.
Tim gabungan
langsung melakukan pemadaman dengan menyasar titik-titik api yang masih aktif.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk
memastikan tidak terdapat bara maupun sumber panas yang dapat memicu munculnya
kembali api di area yang telah terbakar.
Dalam proses
penanganan, tim didukung berbagai peralatan, antara lain satu unit mobil tangki
berkapasitas 16.000 liter, satu unit mobil pemadam kebakaran PT Antam, dua unit
babytank masing-masing berkapasitas 1.000 liter, satu unit mesin Robin dan 14
gulung selang.
Kapolsek Toba mengatakan
karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
Karena itu, petugas tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan,
tetapi juga memastikan area terdampak telah melalui proses pendinginan secara
menyeluruh.
“Karena lahan
yang terbakar merupakan tanah gambut, kami tidak hanya melakukan pemadaman pada
api yang terlihat, tetapi juga melaksanakan pendinginan secara maksimal. Hal
ini untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan api tidak kembali muncul,”
ujar Iptu Arnold R. Montolalu.
Berdasarkan
hasil penanganan di lapangan, sumber api diketahui berasal dari area lahan di
sekitar lokasi yang sebelumnya telah terbakar. Api kemudian merambat hingga
masuk ke lahan sawit milik masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian
petugas karena api yang tersisa dapat kembali menyebar apabila tidak segera
ditangani.
“Kami mengimbau
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap lahan gambut dan
area yang sebelumnya terbakar. Jangan menganggap api sudah aman hanya karena
tidak terlihat. Bara dapat bertahan dan kembali membesar jika kondisi
lingkungan mendukung,” kata Iptu Arnold R. Montolalu.
Setelah melalui
proses pemadaman dan pendinginan selama lebih dari enam jam, pada sekitar pukul
19.30 WIB seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai. Tim memastikan
kondisi api telah padam dan lokasi telah dilakukan pendinginan sebagai langkah
untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Toba
menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama
berbagai unsur. Sinergi kepolisian, perusahaan, lembaga masyarakat dan warga
menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus
mencegah api meluas ke kawasan lain.
Penanganan karhutla di
Dusun Mangkup tersebut menjadi bukti bahwa kewaspadaan dan gerak cepat di
lapangan sangat diperlukan, terutama di tengah kondisi kemarau. Masyarakat
diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera
melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang
menjadi kebakaran yang lebih luas. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



