Polres Sanggau - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan
(Karhutla) kembali dilakukan secara terpadu di wilayah Kabupaten Sanggau. Kali
ini, pemadaman berlangsung di kawasan Bukit Seraya, Dusun Seraya, Desa Kawat,
Kecamatan Tayan Hilir, pada Jumat (11/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga
selesai.
Pemadaman dipimpin langsung Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto,
S.H., M.H., dengan melibatkan sebanyak 88 personel dari berbagai unsur. Mereka
terdiri atas personel Polsek Tayan Hilir, Damkar Binsika Kecamatan Tayan Hilir,
Koramil 1204-07/Tayan Hilir dan BKO Yon TP Sanggau, KPH Sanggau Barat, Damkar
PT ICA, security PT Antam, BPBD Kabupaten Sanggau, pemerintah desa serta
masyarakat setempat.
Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian
api sekaligus mencegah kobaran meluas ke area lainnya. Petugas bersama
masyarakat bergerak menuju titik-titik api yang berada di kawasan perbukitan
dengan kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.
Sejumlah sarana pemadam dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya
satu unit kendaraan Polsek Tayan Hilir dengan tangki air berkapasitas 1.000
liter, satu unit kendaraan Damkar Binsika berkapasitas 10.000 liter, serta satu
unit kendaraan Damkar PT ICA dengan kapasitas 6.000 liter.
Selain itu, Koramil 1204-07/Tayan Hilir mengerahkan satu unit kendaraan,
PT Antam dua unit kendaraan pemadam, dan KPH Sanggau Barat satu unit kendaraan
dengan tangki air berkapasitas 1.000 liter. Dukungan juga datang dari PT MEG
melalui satu unit kendaraan tangki berkapasitas 16.000 Liter serta satu unit
kendaraan dari Desa Pedalaman yang dilengkapi peralatan pemadam.
Kapolsek Tayan Hilir mengngkapkan bahwa, penanganan dilakukan secara
bersama-sama karena kondisi lokasi kebakaran membutuhkan tenaga dan peralatan
yang memadai. Menurutnya, petugas tidak hanya berfokus memadamkan api, tetapi
juga berupaya memastikan kobaran tidak berkembang ke wilayah yang lebih luas.
“Prioritas kami adalah mengendalikan titik api secepat mungkin dan
mencegah api merambat. Karena lokasi berada di kawasan bukit dengan medan yang
terjal, proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian, kekompakan personel, serta
dukungan peralatan yang sesuai,” ujar Iptu Kusdarwanto, Sabtu (12/9) pagi.
Hingga kegiatan berlangsung, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kawasan yang terbakar merupakan area
perbukitan dan hutan dengan kondisi tanah mineral. Sementara itu, lahan
tersebut diketahui milik Nasrudin, warga Dusun Kawat, Desa Kawat, dengan luas
keseluruhan sekitar tiga hektare.
Dari luasan tersebut, area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar
0,7 hektare. Petugas masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan karena
sejumlah titik api berada di bagian bukit yang terjal sehingga menyulitkan
proses penanganan secara langsung.
Kapolsek menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian
seluruh pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan
kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dan hutan,
tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera
melaporkan apabila melihat munculnya titik api. Pencegahan sejak awal akan jauh
lebih efektif daripada menangani api yang sudah meluas,” tegasnya.
Upaya pemadaman di Bukit
Seraya menjadi bagian dari langkah bersama dalam mengantisipasi dampak Karhutla
selama kondisi cuaca kering. Polri bersama TNI, pemadam kebakaran, pemerintah,
perusahaan, dan masyarakat terus memperkuat koordinasi agar setiap kejadian
kebakaran dapat segera ditangani sekaligus meminimalkan risiko terhadap
lingkungan dan keselamatan warga. (Dny Ard / Humas Res Sgu)



